NEWS OF KIND OF ART & EDUCATION

Minggu, 16 November 2008

skrpisi buat sidang proposal

BWT proposal itu dari bab 1 sampai dengan bab 3


bisa loe lihat contohnya


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Kelancaran dan keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya tergantung kepada kemampuan manajemen dalam membuat rencana kegiatan dimasa yang akan datang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang sesuai dengan misi, visi, dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Dengan adanya perencanaan yang baik akan memudahkan tugas manajemen, karena semua kegiatan perusahaan dapat diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan, disamping itu dapat digunakan sebagai dasar pengawasan terhadap kegiatan perusahaan, sehingga memudahkan manajemen bekerja lebih efektif, efisien dan ekonomis.
Pada perusahaan yang akan didirikan, sudah tentu mempunyai tujuan dan sasaran yang hendak dicapai, salah satu tujuan utama adalah mengupayakan agar perusahaan memperoleh laba guna menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Laba merupakan salah satu alat ukur dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Kemampuan manajemen perusahaan dalam menetapkan laba yang optimal didukung dengan perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian kegiatan usaha yang efektif dan efisien terlihat pada tingkat perolehan laba pada periode tertentu
1Perencanaan yang tepat adalah kunci keberhasilan seorang manajer. Perencanaan yang baik harus bisa dihubungkan dengan kekuatan dan kelemahan perusahaan itu sendiri. Salah satu analisis untuk membuat perencanaan dan pengendalian keuangan yang baik adalah melakukan analisis rasio keuangan. Rasio keuangan merupakan salah satu bentuk informasi akuntansi yang penting dalam proses penilaian kinerja perusahaan, sehingga dengan rasio keuangan tersebut dapat mengungkapkan kondisi keuangan suatu perusahaan maupun kinerja yang telah dicapai perusahaan untuk suatu periode tertentu.
Secara teoritis, analisis laporan keuangan terdiri dari dua kata, yaitu analisis dan laporan keuangan. Ini berarti analisis laporan keuangan merupakan suatu proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan utama menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja (performance) perusahaan pada masa mendatang dalam memprediksi laba. Analisis laporan keuangan dikatakan mempunyai kegunaan apabila dapat dipakai untuk memprediksi fenomena ekonomi.
Pengguna dan pemanfaat laporan keuangan adalah pemegang saham, investor, manajer, karyawan, pemasok dan kreditur, pelanggan, pemerintah dan pengguna lainnya. Antara pengguna laporan keuangan yang satu dengan yang lainnya mempunyai kepentingan yang berbeda. Pemegang saham akan menilai kinerja manajemen sebagai pihak yang diberi tanggung jawab untuk menjalankan dana pemegang saham. Investor memerlukan informasi keaungan untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasinya. Karyawan berkepentingan terhadap laporan keuangan agar perusahaan selalu berkembang dan menghasilkan laba, disamping itu untuk melihat rencana pensiun di masa depan.
Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan salah satu sumber informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang sangat berguna untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat.
Perkembangan suatu perusahaan dapat diketahui melalui posisi laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan dari tahun ketahun. Laporan keuangan ini terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas serta catatan atas laporan keuangan. Dengan menggunakan rasio keuangan untuk menganalisa pos – pos neraca akan dapat diketahui atau akan diperoleh gambaran posisi keuangan perusahaan, sedangkan analisa terhadap laporan laba rugi akan memberikan gambaran tentang hasil dan perkembangan perusahaan.
Hal ini menunjukkan bahwa rasio keuangan bermanfaat dalam menilai kondisi keuangan perusahaan. Bahkan lebih dari itu, rasio keuangan bermanfaat dalam memprediksi laba perusahaan (Agus Sartono 2002) dalam Fitri Anggraini (2005).
Sehubungan dengan masalah diatas dan persoalan yang dihadapi oleh perusahaan – perusahaan manufaktur, peranan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba perusahaan sangat diperlukan. Oleh karena itu dalam penyusunan skripsi ini penulis mengambil judul “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Dalam Memprediksi Laba Pada Indusri Dasar dan Kimia Yang Terdaftar di BEI”.


B. Perumusan Masalah
Atas dasar tersebut diatas maka penulis akan mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:
Apakah rasio keuangan berpengaruh terhadap perubahan kinerja perusahaan dalam memprediksi laba ?
Rasio keuangan mana yang signifikan terhadap perubahan kinerja perusahaan dalam memprediksi laba ?

C. Pembatasan Masalah
Dalam hal ini penelitian yang dilakukan mempunyai pembatasan masalah yang akan diidentifikasikan dalam penelitian, terutama pembatasan rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, aktivitas, leverage dan profitabilitas. Dalam hal ini rasio likuiditas hanya mengidentifikasikan rasio cepat dan rasio lancar. Rasio aktivitas hanya mengidentifikasikan rasio perputaran aktiva dan rasio perputaran piutang. Rasio leverage hanya mengidentifikasikan rasio total hutang terhadap total aktiva dan rasio ekuitas pemilik. Selanjutnya Rasio profitabilitas hanya mengidentifikasikan net profit margin dan return on investment.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan terhadap perubahan kinerja perusahaan dalam memprediksi laba.
Untuk menentukan rasio keuangan yang signifikan terhadap perubahan kinerja perusahaan dalam memprediksi laba.
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan sumbangan pemikiran mengenai pentingnya memprediksi perubahan laba dengan menggunakan analisa rasio keuangan, sehingga manajemen dapat menjalankan organisasinya secara efisien dan efektif agar mampu bersaing dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
2. Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan menjadi dasar atau acuan untuk penelitian selanjutnya yang lebih baik.
3. Bagi Pembaca
Penelitian ini akan bermanfaat sebagai bahan perbandingan, bacaan dalam pemahaman mengenai manfaat rasio keuangan.








BAB II
LANDASAN TEORI

A. Laporan Keuangan
1. Pengertian Laporan Keuangan
Akuntansi dalam perusahaan mempunyai tugas untuk mencatat semua transaksi – transaksi yang terjadi dalam perusahaan, dan pengaruhnya terhadap aktiva, kewajiban, modal, hasil usaha serta biaya usaha perusahaan. Dari transaksi yang terjadi kemudian diikhtisarkan dan dilaporkan dalam laporan keuangan.
Adapun pengertian laporan keuangan menurut Myer dalam bukunya Financial Statement Analysis (Munawir 2004 : 5) adalah:
Laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar ini adalah daftar neraca atau posisi keuangan atau daftar pendapatan atau daftar laba rugi. Pada waktu akhir – akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseoan – perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tak dibagikan (laba yang ditahan).

Sedangkan pengertian laporan keuangan menerut Ikatan Akuntan Indonesia (2004 : 7) adalah sebagai berikut:
Laporan keuangan merupakan proses dari pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.
6
Dari penelitian tersebut diatas diambil kesimpulan bahwa pencatatan transaksi keuangan harus berdasarkan standar akuntansi keuangan yang erat hubungannya dengan fungsi akuntansi itu sendiri, dimana akuntansi merupakan rangkaian fungsi pencatatan, ringkasan dan penyajian suatu pelaporan dan penginterprestasian transaksi keuangan suatu perusahaan secara singkat dan jelas mengenai analisa laporan keuangan.

2. Fungsi Laporan Keuangan
Kegiatan akuntansi sebagaimana telah dikemukakan, menghasilkan laporan dari suatu perusahaan. Laporan tersebut diperlukan oleh pihak – pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Pihak – pihak tersebut meliputi :
a. Investor
Bagi investor, laporan keuangan dimaksudkan untuk :
1) Menilai kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan
2) Menilai kemungkinan menanamkan dana dalam perusahaan
3) Menilai kemungkinan menanamkan investasi atau menarik inestasi
4) Menjadi dasar memprediksi kondisi perusahaan di masa depan
b. Pemilik perusahaan
Bagi pemilik, laporan keuangan dimaksudkan untuk :
1) Menilai prestasi atau hasil yang diperoleh manajemen
2) Mengetahui hasil deviden yang akan diterima
3) Menilai posisi keuangan perusahaan dan pertumbuhannya
4) Mengetahui nilai saham dan laba per lembar saham
5) Sebagai dasar untuk memprediksi kondisi perusahaan dimasa datang
c. Manajemen perusahaan
Bagi manajemen, laporan keuangan digunakan untuk :
1) Alat untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan kepada pemilik
2) Mengukur tingkat biaya dari setiap kegiatan operasi perusahaan, divisi, bagian, atau segmen tertentu
3) Mengukur tingkat efisiensi dan tingkat keuntungan perusahaan, divisi, bagian, atau segmen tertentu
4) Menilai kinerja individu yang diberi tugas dan tanggung jawab
5) Untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan perlu tidaknya diambil kebijakan baru
d. Kreditur dan banker
Bagi kreditur dan banker, laporan keuangan digunakan untuk :
1) Menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang
2) Menilai kualitas jaminan kredit / investasi untuk menopang kredit yang akan diberikan
3) Menilai kemampuan likuiditas, solvabilitas, rentabilitas perusahaan sebagai dasar dalam pertimbangan keputusan kredit
4) Menilai sejauhmana perusahaan mengikuti perjanjian kredit yang sudah disepakati
e. Pemerintah
Bagi pemerintah atau regulator, laporan keuangan dimaksudkan untuk :
1) Menghitung dan menetapkan jumlah pajak yang harus dibayar
2) Sebagai dasar dalam penetapan – penetapan kebijakan baru
3) Menilai apakah perusahaan memerlukan bantuan atau tindakan lain
4) Menilai kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang ditetapkan
f. Karyawan
1) Untuk memperoleh informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan
2) Untuk memperoleh informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja
g. Masyarakat
1) Laporan keuangan akan penting sebagai bahan atau sumber informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.




3. Tujuan Laporan Keuangan
Membahas mengenai laporan keuangan tidak terlepas dari tujuan utama dan tujuan umum laporan keuangan itu sendiri. Dalam bukunya Marwata (2002 : 62) menyatakan:
Tujuan utama laporan keuangan haruslah mengkomunikasikan informasi keuangan yang terendah mengenai transaksi usaha perusahaan termasuk:
a. posisi aktiva, kewajiban dan modal sendiri, serta
b. indikasi rugi laba dan beban dari pendapatan yang bersangkutan.
Sedangkan pada Standar Akuntansi Keuangan dikatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusaan ekonomi.
Berdasarkan tujuan laporan keuangan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan harus dapat memenuhi kebutuhan bagi para pemakai. Para pemakai laporan keuangan membutuhkan keterangan kebijakan akuntansi terpilih sebagai bagian dari informasi yang dibutuhkan untuk membuat penilaian, dan keputusan keuangan serta keperluan lain. Mereka tidak dapat membuat penilaian dengan tepat jika laporan keuangan tidak mengungkapkan dengan jelas kebijakan akuntansi terpilih yang penting dalam penyusunan laporan keuangan.

4. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Dalam PSAK 2004 terdapat empat karakteristik kualitatif laporan keuangan yaitu :
a. Dapat dipahami
Kualitas penting laporan keuangan adalah kemudahannya untuk dipahami oleh pemakai. Maksudnya adalah pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.
b. Relevan
Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengkoreksi hasil evaluasi mereka dimasa lalu. Relevansi informasi dipengaruhi oleh hakikat materialitas.
c. Keandalan
Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (realible). Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan oleh para pemakai sebagai penyajian yang jujur dan secara wajar diharapkan dapat disajikan.

d. Dapat dibandingkan
Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antara periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend), mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relative.

5. Komponen Laporan Keuangan
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai laporan keuangan, bahwa laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Menurut PSAK No. 1 tahun 2004 komponen – komponen laporan keuangan adalah:
a. Neraca
Neraca adalah laporan keuangan dimana menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu. Keadaan keuangan ini ditunjukan dengan jumlah harta yang dimiliki (aktiva) dan jumlah kewajiban perusahaan (pasiva), dengan kata lain aktiva adalah investasi didalam perusahaan dan pasiva merupakan sumber – sumber yang digunakan untuk investasi tersebut. Neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu:
1. Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan.
2. Kewajiban merupakan hutang perusahan masa kini, timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaian diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.
3. Ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.
b. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang menunjukkan pendapatan – pendapatan dan biaya – biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu, selisih antara pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan.
Lebih lanjut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan menjelaskan bahwa laporan laba rugi berguna sebagai informasi kinerja perusahaan, terutama profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan dimasa yang akan datang.
Disamping itu, informasi tersebut juga berguna dalam perumusan pertimbangan tentang efektifitas perusahaan dan memanfaatkan tambahan sumber daya.
c. Laporan Perubahan Ekuitas
Perubahan ekuitas perusahaan menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.
d. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Dari aktivitas operasi, jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator penentu apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan perusahaan, membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa menghandalkan pada sumber pendanaan dari luar.
Laporan arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.
Sedangkan laporan arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan perlu juga dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan.
e. Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis dan meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah yang tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas serta informasi tambahan seperti kewajiban kontijensi dan komitmen. Catatan atas laporan keuangan juga mencakup informasi yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan dalam PSAK serta pengungkapan – pengungkapan lain yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.

6. Keterbatasan Laporan Keuangan
Menurut Munawir (2004 : 9) Laporan keuangan memiliki beberapa keterbatasan antara lain :
a. Laporan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan interm report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan yang final.
b. Laporan keuangan menunjukkan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunan dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah – ubah.
c. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu, dimana daya beli uang tersebut semakin menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
d. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan.


7. Laporan Keuangan Sebagai Informasi Dalam Menilai Kinerja Perusahaan.
Laporan keuangan merupakan hasil tindakan pembuatan ringkasan data keuangan perusahaan. Laporan keuangan ini disusun dan ditafsirkan untuk kepentingan manajemen dan pihak – pihak lain yang menaruh perhatian atau yang mempunyai kepentingan dengan data keuangan perusahaan.
Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan merupakan salah satu informasi yang dapat digunakan dalam menilai kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan adalah pengukuran prestasi perusahaan sebagai akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen yang kompleks dan sulit, karena menyangkut efektivitas pemanfaatan modal, efisiensi, dan rentabilitas dari kegiatan perusahaan. Laba merupakan salah satu indikator kinerja suatu perusahaan. Menyajikan informasi laba merupakan fokus kinerja perusahaan yang penting. Para investor dan manajemen akan melihat kinerja perusahaan berdasarkan kinerja keuangan dan kinerja operasional dari perusahaan.
Kinerja operasional perusahaan merupakan kinerja yang diperoleh perusahaan dengan menggunakan modal tetap perusahaan tanpa adanya hutang. Hal ini ditunjukan melalui besar kecilnya laba operasional bersih setelah pajak / NOPAT (Net Operating Profit After Tax) yang diperoleh perusahaan. Sedangkan kinerja keuangan perusahaan merupakan kinerja yang diperoleh dari kinerja perusahaan dengan menggunakan hutang. Oleh karena itu, penggunaan hutang diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan, maka penggunaan hutang memberikan manfaat bagi perusahaan.
Penggunaan laporan keuangan sebagai aspek penilaian kinerja didasarkan atas informasi akuntansi, yang mencerminkan nilai sumber daya yang diperoleh perusahaan dari bisnisnya dan juga yang dikorbankan oleh para manajer untuk menjalankan aktivitas bisnis perusahaan.
Kinerja perusahaan diwujudkan dalam berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan perusahaan karena setiap kegiatan tersebut memerlukan sumber daya, maka kinerja perusahaan akan tercermin dari penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan perusahaan. Pentingnya laporan keuangan sebagai informasi dalam menilai kinerja perusahaan, mensyaratkan laporan keuangan haruslah mencerminkan keadaan perusahaan yang sebenarnya pada kurun waktu tertentu. Sehingga pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perusahaan akan menjadi tepat, dengan demikian pemegang saham dapat menjadikan laporan keuangan sebagai informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.
Pada dasarnya angka – angka rasio dapat digolongkan menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah angka – angka rasio yang didasarkan pada sumber data keuangan dimana unsur – unsur angka rasio tersebut diperoleh, dan golongan kedua adalah angka – angka rasio yang disusun berdasarkan tujuan penganalisa dalam mengevaluasi perusahaan, dalam Dian dan Astuti (2005).

B. Analisa Rasio Keuangan
1. Pengertian Analisa Rasio Keuangan
Salah satu bentuk informasi akuntansi yang penting dalam proses penilaian kinerja perusahaan adalah berupa rasio – rasio keuangan perusahaan untuk periode tertentu. Dengan rasio – rasio keuangan tersebut akan tampak jelas berbagai indikator keuangan yang dapat mengungkapkan kondisi keuangan suatu perusahaan maupun kinerja yang telah dicapai perusahaan untuk suatu periode tertentu.
Menurut Dian dan Astuti (2005) analisa rasio keuangan adalah “angka yang diperoleh dari perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan”.
Sedangkan analisa rasio keuangan menurut Harahap (2006 : 297) adalah sebagai berikut :
Rasio keuangan merupakan angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan.

Dari definisi diatas diketahui bahwa analisa rasio keuangan dapat memberikan gambaran kepada penganalisa mengenai suatu hubungan antara data keuangan perusahaan yang diperbandingkan.

2. Keunggulan Analisa Rasio
Menurut Harahap (2006 : 298) menjelaskan keunggulan analisa rasio :
a. Lebih mudah dibaca dan ditafsirkan
b. Pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan
c. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain
d. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model – model pengambilan keputusan dan model prediksi (Z – score)
e. Menstandarisir size perusahaan
f. Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain
g. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan datang

3. Keterbatasan Analisa Rasio
Disamping keunggulan yang dimiliki analisa rasio, Harahap (2006:298) juga menjelaskan keterbatasan analisa rasio, yaitu :
a. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat pada pemakainya
b. Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik ini
c. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan dalam penghitungannya
d. Jika dua perusahaan dibandingkan bisa saja teknik dan standar akuntansi yang dipakai tidak sama sehingga jika diperbandingkan akan menimbulkan kesalahan


4. Hubungan antara Rasio Keuangan dengan Laba
Kinerja suatu perusahaan merupakan hasil dari suatu proses dengan mengorbankan berbagai sumber daya. Salah satu parameter tersebut adalah laba. Laba bagi perusahaan sangat diperlukan karena untuk kelangsungan hidup perusahaan. Untuk memperoleh laba, perusahaan harus melakukan kegiatan operasional. Kegiatan operasional ini dapat terlaksana jika perusahaan mempunyai sumber daya. Sumber daya perusahaan tercantum di dalam neraca, dan hubungan antara yang membentuk neraca dapat ditunjukkan oleh rasio keuangan. Rasio keuangan adalah perbandingan antara dua elemen laporan keuangan yang menunjukan suatu indikator kesehatan keuangan pada waktu tertentu. Dengan demikian, rasio keuangan bermanfaat untuk menentukan kekuatan hubungan rasio keuangan dengan fenomena ekonomi.
Laba dapat memberikan sinyal yang positif mengenai prospek perusahaan di masa depan tentang kinerja perusahaan. Dengan adanya pertumbuhan laba yang terus meningkat dari tahun ke tahun, maka akan memberikan sinyal yang positif mengenai kinerja perusahaan.
Pertumbuhan laba perusahaan yang baik mencerminkan bahwa kinerja perusahaan juga baik. Karena laba merupakan ukuran kinerja dari suatu perusahaan, maka semakin tinggi laba yang dicapai perusahaan mengindikasikan semakin baik kinerja perusahaan. Dengan demikian apabila rasio keuangan perusahaan baik, maka pertumbuhan laba perusahaan juga baik.
5. Teknik –teknik Analisa Laporan Keuangan
Teknik –teknik analisa laporan keuangan ditujukan untuk memperlihatkan hubungan – hubungan dan perubahan – perubahan yang terjadi pada keuangan perusahaan. Menurut Munawir (2004 : 36) ada beberapa teknik analisa laporan keuangan yang dapat digunakan perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Analisa perbandingan laporan keuangan, adalah metode dan teknik analisa dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih. Analisa dengan menggunakan metode ini akan dapat diketahui perubahan – perubahan yang terjadi, dan perubahan mana yang memerlukan penelitian lebih lanjut.
b. Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam presentase (trend percentage analysis), adalah suatu metode atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi dari keadaan keuangannya.
c. Laporan dengan prosentase per komponen atau common size statement, adalah suatu metode analisa untuk mengetahui presentase investasi pada masing – masing aktiva terhadap total aktivanya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya.
d. Analisa sumber dan penggunaan modal kerja, adalah suatu analisa untuk menetahui sumber – sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab – sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.
e. Analisa sumber dan penggunaan kas, adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab – sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber –sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu.
f. Analisa rasio, adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos – pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi serta individu atau kombinasi keduanya.
g. Analisa perubahan laba kotor, adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab – sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dianggarkan untuk periode tersebut.
h. Analisa break even, adalah suatu analisa unuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan.

6. Perbandingan Rasio Keuangan
Menurut Suad Husnan (2002 : 566), pada umumnya berbagai rasio yang dihitung dapat dikelompokkan kedalam 4 (empat) tipe dasar :
a. Rasio Likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial jangka pendek tepat pada waktunya.
b. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan sejauh mana efisiensi perusahaan dalam menggunakan assets untuk memperoleh pinjaman.
c. Rasio Leverage adalah rasio yang menunjukkan kapasitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang.
d. Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba baik dalam hubungannya dengan penjualan, assets maupun laba bagi modal sendiri.
Adapun klaifikasi dari masing – masing tipe rasio tersebut adalah sebagai berikut :
a. Rasio Likuiditas
1) Rasio Lancar (Current Ratio), menunjukkan kemapuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dari aktiva lancar, rasio ini dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban jangka pendek. Rumusnya sebagai berikut :
Aktiva Lancar
Rasio Lancar (Current Ratio) =
Kewajiban Lancar

Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban lancarnya. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.
2) Rasio Cepat (Acid Test Ratio / Quick Ratio), menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya dari aktiva cepat (quick asset), rasio ini dihitung dengan membagi jumlah kas, surat berharga, dan piutang dagang bersih dengan kewajiban jangka pendeknya. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Aktiva Lancar – Persediaan
Quick Ratio =
Hutang Lancar

Atau
Kas + Efek (Surat berharga) + Piutang
Quick Ratio =
Hutang Lancar

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban – kewajiban dengan tidak memperhitungkan persediaan, karena persediaan memerlukan waktu yang relatif lama untuk direalisasikan menjadi uang kas, walaupun kenyataannya mungkin persediaan lebih likuid daripada piutang karena tergantung dari jenis persediaan perusahaan tersebut.
3) Rasio Kas (Cash Ratio), digunakan untuk menentukan tinggi rendahnya likuiditas perusahaan, rasio ini digunakan karena kas merupakan pos yang paling likuid yang dimiliki perusahaan guna melunasi kewajiban – kewajiban perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Kas + Efek (setara kas)
Cash Ratio =
Hutang Lancar

Rasio kas / setara kas dengan hutang lancar menunjukkan bahwa kekayaan perusahaan dalam bentuk uang kas dan surat berharga jangka pendek (efek) digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan yang harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dan efek yang segera dapat diuangkan.

b. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
1) Rasio perputaran piutang, rasio ini mengukur efektivitas pemberian kredit perusahaan,rasio ini juga merupakan indikator efisiensi perusahaan dalam menagih piutang dan mengkonversikan kembali menjadi kas. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Penjualan
Account Receivable Turnover =
Rata – rata piutang

Rata – rata piutang dapat dihitung dengan cara saldo awal piutang ditambah dengan saldo akhir piutang dibagi dua.
Rasio ini dapat menunjukkan jika semakin tinggi rasio / perputaran piutang maka menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah dan sebaliknya kalau rasio / perputaran piutang semakin rendah berarti ada kelebihan investasi dalam piutang tersebut yang akan menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang tinggi.
2) Rasio perputaran modal kerja, digunakan sebagai tolak ukur likuiditas perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Penjualan Bersih
Working Capital Turnover =
Modal kerja rata – rata

Atau
Rasio modal kerja dapat menggunakan beberapa rasio :
a) Rasio antara aktiva lancar dengan total aktiva :
Aktiva Lancar
=
Total aktiva

Rasio ini menunjukan porsi aktiva lancar atas total aktiva.

b) Rasio antara hutang lancar dengan total hutang :
Hutang Lancar
=
Total Hutang
Rasio ini menunjukan porsi hutang lancar dengan total hutang.
3) Rasio Perputaran Persediaan Barang, rasio ini menunjukkan kecepatan perusahaan untuk menjual tingkat persediaan barang rata – rata, semakin tinggi rasio ini maka semakin pendek waktu persediaan barang menunggu penjualan. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Harga Pokok Barang yang dijual
Perputaran persediaan barang =
Rata – rata persediaan

Rata – rata persediaan dapat dihitung dengan cara saldo awal persediaan ditambah dengan saldo akhir persediaan dibagi dua.
Rasio perputaran persediaan menunjukkan jumlah rata – rata pembelian bahan persediaan dalam setiap periode / setiap tahun.

4) Rasio Perputaran Aktiva, rasio ini menunjukkan bagaimana perusahaan menggunakan aktiva tatap seperti gudang, kendaraan, mesin – mesin, perlengkapan kantor. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Penjualan Bersih
Perputaran Aktiva =
Total Aktiva Rata- rata


c. Rasio leverage
1) Rasio Hutang Terhadap Modal (Total Debt To Equity Ratio), rasio ini menunjukkan sampai sejauhmana modal dapat menutupi hutang jangka panjang. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Hutang Jangka Panjang
Rasio Hutang Terhadap Modal =
Modal

2) Rasio Total Hutang Terhadap Total Aktiva (Total Debt To Total Asset), rasio ini menunjukkan sejauhmana hutang dapat ditutupi oleh aktiva. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Total Hutang
Rasio hutang total terhadap aktiva total =
Total Aktiva

3) Rasio Terhadap Aliran Kas (Debt To Operating Cash Flow), rasio ini menunjukkan hubungan antara hutang jangka pendek dan jangka panjang dan aliran kas operasi perusahaan. Dalam hal ini aliran kas operasi terdiri dari laba setelah pajak dan penyusutan. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Total Hutang
Rasio terhadap aliran kas operasi =
Aliran Kas Operasi

4) Stockholder’s Equity Ratio, rasio ini menunjukkan solvabilitas perusahaan (likuiditas jangka panjang) dengan anggapan bahwa semua aktiva akan dapat direalisir sesuai dengan yang dilaporkan dalam neraca. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Equity
Stockholder’s Equity Ratio =
Total Aktiva

5) Rasio Kemampuan Membayar Bunga (Times Interes Converage), rasio ini mengukur jaminan dari penghasilan sebelum bunga dan pajak untuk membayar bunga. Rumusnya adalah sebagai berikut:
EBIT
Kemampuan Membayar Bunga =
Bunga


d. Rasio Profitabilitas
1) Net Profit Margin Ratio, merupakan suatu ukuran presentase dari setiap penjualan yang menghasilkan laba bersih (Net Income). Rumusnya adalah sebagai berikut:
Laba Bersih
Margin Laba =
Penjualan Bersih

2) Return On Assets Ratio, rasio imbalan aktiva merupakan suatu ukuran keseluruhan profitabilitas perusahaan, rasio ini membandingkan imbalan untuk para pemegang saham dan kreditur dengan sejumlah assets. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Laba Bersih
Imbalan aktiva =
Jumlah Rata – rata Aktiva

3) Earnings Per Share Ratio (EPS), rasio ini mengukur profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham biasa. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Laba Bersih – Deviden Saham Preferen
EPS =
Jumlah Rata – rata Saham Biasa yang beredar

4) Devident Yield Ratio, rasio hasil deviden memperlihatkan hubungan antara deviden kini dengan harga pasar saham. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Deviden Per Lembar Saham
Rasio hasil deviden =
Harga Pasar Per Lembar Saham

5) Devident Payroll Ratio, rasio ini mengidentifikasikan apakah perusahaan menganut kebijakan deviden konservatif ataukah liberal dan dapat pula menunjukkan apakah perusahaan menahan dan untuk pendanaan internal pertumbuhan perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Deviden
Rasio Pembayaran Devident =
Laba Bersih

6) Return On Invesment Ratio, rasio ini menunjukkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Laba Bersih
Return On Investment =
Rata – rata Ekuitas

7) Rasio Laba Operasi Bersih Terhadap Total Aktiva, merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas pemakai total sumber daya oleh perusahaan, dengan rasio ini pihak manajemen dapat mengetahui hasil pengambilan operasi atas sumber daya yang digunakan aleh sebuah segmen. Rumusnya adakah sebagai berikut:
Laba Operasi Bersih
Laba Opersi Bersih Terhadap Total Aktiva =
Total Aktiva

8) Rasio Laba Operasi Bersih Terhadap Penjualan, merupakan rasio yang sering digunakan sebagai penentu nilai (value driver) kunci yang mempengaruhi penilaian atas sebuah perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Laba Operasi Bersih
Rasio Laba Operasi Bersih Terhadap Penjualan =
Penjualan

9) Operating Ratio, rasio ini menunjukkan seberapa besar jumlah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses produksi. Makin tinggi rasio ini semakin kurang baik, karena biaya – biaya operesi berartu naik, hal ini menunjukkan kemungkinan pemborosan. Rumusnya adalah sebagai berikut:
COGS + Adm Exp + Selling Exp + General Exp
Operating Ratio =
Net Sales


BAB III
METODELOGI PENELITIAN

A. Gambaran Umum
Pada awalnya bernama PT. Bursa Efek Jakarta (perseroan) yang didirikan berdasarkan akte notaris Ny. Poerbaningsih Adiwarsito, SH Nomor 27 tanggal 4 Desember 1991 dengan 221 perusahaan efek sebagai pemegang saham, sedangkan peresmian swastanisasi perseroan dilakukan oleh Menteri Keuangan pada tanggal 13 Juli 1992.
Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya pada bagian Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM), yang berlokasi di Gedung Bursa Efek Indonesia Lantai 1 Jl. Jendral Sudirman Kav 52 – 53 Jakarta 12910. Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) adalah tempat yang menyediakan informasi atau referensi mengenai pasar modal, informasi mengenai emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sperti laporan keuangan emiten, prospektus, laporan bulanan, buku – buku ekonomi dan lain – lain.

B. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah model kausal, yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel tertentu yaitu Rasio Keuangan (independent variabel) terhadap Kinerja Perusahaan (dependent variabel).
31
C. Hipotesis
Hipotesis merupakan pernyataan sementara terhadap permasalahan yang diteliti dan sebenarnya masih perlu diuji secara empiris (uji statistik). Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian kausal yaitu untuk menyatakan pengaruh X terhadap Y. Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1 : Rasio Lancar berpengaruh pasitif terhadap perubahan kinerja perusahaan pada industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI.
H2 : Rasio Cepat berpengaruh positif terhadap perubahan kinerja perusahaan pada industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI.
H3 : Rasio Perputaran Aktiva berpengaruh positif terhadap perubahan kinerja perusahaan pada industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI.
H4 : Rasio Perputaran Piutang berpengaruh positif terhadap perubahan kinerja perusahaan pada industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI.
H5 : Rasio Hutang Terhadap Total Aktiva berpengaruh negatif terhadap perubahan kinerja perushaan pada industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI.
H6 : Stockholders Equity Ratio berpengaruh negatif terhadap perubahan kinerja perusahaan pada industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI.
H7 : Net Profit Margin berpengaruh positif terhadap perubahan kinerja perusahaan pada industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI.
H8 : Return On Investment berpengaruh positif terhadap perubahan kinerja perusahaan pada industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI.
D. Sampel Penelitian
Metode teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling method, karena terdapat pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampel. Pertimbangan atau kriteria sampel yang digunakan sebagai berikut:
1. Perusahaan yang terdaftar di BEI adalah perusahaan pada industri dasar dan kimia.
2. Selama periode penelitian, perusahaan membuat laporan keuangan tahunan dan dipublikasikan secara luas.
3. Selama periode penelitian perusahaan mendapatkan laba.
Adapun nama – nama perusahaan yang dijadikan sebagai sampel penelitian adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1
Nama – nama perusahaan pada Industri Dasar dan Kimia Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

No
Nama Perusahaan
Kode
1
Alumindo Light Metal Industri Tbk
ALMI
2
Aneka Kemasindo Utama Tbk
AKKU
3
Argha Karya Prima Industri Tbk
AKPI
4
Arwana Citramulia Tbk
ARNA
5
Barito Pasifik Tbk
BRPT
6
Betonjaya Manunggal Tbk
BTON
7
Budi Acid Jaya Tbk
BUDI
8
Charoen Pokphand Indonesia Tbk
CPIN
9
Citra Tubino Tbk
CTBN
10
Colorpak Indonesia Tbk
CLPI
11
Ekadarma Internasional Tbk
EKAD
12
Fajar Surya Wisesa Tbk
FASW
13
Indocement Tunggal Perkasa Tbk
INTP
14
Intikeramik Alamsari Industri Tbk
IKAI
15
Jakarta Kyoei Steel Works Tbk
JKSW
16
Jaya Pari Steel Tbk
JPRS
17
JAPFA Tbk
JPFA
18
Kageo Igar Jaya Tbk
IGAR
19
Lion Metal Works Tbk
LION
20
Lion Mesh P Tbk
LMSH
21
Malindo Feedmill Tbk
MAIN
22
Pelangi Indah Canindo Tbk
PICO
23
Semen Gresik Tbk
SMGR
24
Surya Toto Indonesia Tbk
TOTO
25
Sorini Agro Asia Corporindo Tbk
SOBI
26
Siwani Makmur Tbk
SIMA
27
Suparma Tbk
SPMA
28
Tirta Mahakam Resource Tbk
TIRT
29
Trias Sentosa Tbk
TRST
30
Unggul Indah Cahaya Tbk
UNIC

Sumber : Media Indonesia, Sabtu 22 Desember 2007

Dari 57 perusahaan yang memenuhi kriteria hanya ada 30 perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi dan laporan ekuitas tahun 2005 dan 2006 pada industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

E. Variabel dan Pengukurannya
Variabel – variabel dalam penelitian ini terdiri dari:
Variabel bebas (independent variable)
Variabel bebas (X) merupakan variabel yang tidak berpengaruh dengan variabel lain, variabel yang digunakan adalah rasio keuangan, yaitu likuiditas (rasio cepat dan rasio lancar), aktivitas (rasio perputaran aktiva dan rasio perputaran piutang), leverage (rasio total hutang terhadap total aktiva dan rasio ekuitas pemilik) dan profitabilitas (net profit margin dan return on investment). Skala pengukuran yang digunakan adalah skala rasio.
Variabel tak bebas (dependent variable)
Variabel tak bebas (Y) merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain, variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja perusahaan dalam hal ini laba bersih. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala rasio.

F. Devinisi Operasional Variabel
1. Rasio Keuangan
a. Rasio Likuiditas
1) Rasio Cepat (RC), menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya dari aktiva cepat (quick asset).. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Aktiva Lancar – Persediaan
Rasio Cepat =
Hutang Lancar

2) Rasio Lancar (RL), menunjukan kemapuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dari aktiva lancar. Rumusnya adalah sebagai berikut :
Aktiva Lancar
Rasio Lancar (Current Ratio) =
Kewajiban Lancar

b. Rasio Aktivitas
1) Rasio Perputaran Aktiva (PA), rasio ini menunjukkan bagaimana perusahaan menggunakan aktiva tatap. Rumusnya adalah sebagai berikut :

Penjualan Bersih
Rasio Perputaran Aktiva =
Total Aktiva Rata- rata



2) Rasio perputaran piutang (PP), rasio ini mengukur efektivitas pemberian kredit perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut :

Penjualan
Rasio Perputaran Piutang =
Rata – rata piutang


c. Rasio Leverage
1) Rasio Hutang Total Terhadap Aktiva Total (HTAT), yaitu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh perusahaan dibelanjai oleh pihak kreditur. Rumusnya adalah sebagai berikut :

Total Hutang
Rasio hutang total terhadap aktiva total =
Total Aktiva


2) Rasio Ekuitas Pemilik (EP), rasio ini menunjukkan solvabilitas perusahaan (likuiditas jangka panjang) dengan anggapan bahwa semua aktiva akan dapat direalisir sesuai dengan yang dilaporkan dalam neraca. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Ekitas
Rasio Ekuitas Pemilik =
Total Aktiva


d. Rasio Profitabilitas
1) Net Profit Margin Ratio (NPM), yaitu rasio keuangan yang digunakan untuk menunjukkan hasil yng diperoleh dari setiap rupiah penjualan yang dilakukan perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut :

Laba Bersih Setelah Pajak
Net Profit Margin Ratio =
Penjualan


2) Return On Investement (ROI), yaitu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur sejauh mana pertumbuhan investasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam mendapatkan laba. Rumusnya adalah sebagai berikut :
Laba Bersih
Return On Invesment =
Rata-rata Ekuitas




2. Kinerja Perusahaan
Kinerja perusahaan ; indikator kinerja perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba setelah pajak (laba bersih) dengan alasan untuk mengetahui seberapa besar perolehan laba yang dihasilkan perusahaan setelah dikurangi pajak.

G. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kepustakaan yang dilakukan untuk memperoleh data sekunder dan data – data perusahaan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Penulis memperoleh data yang diperlukan untuk melakukan penelitian berasal dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang terdapat di Gedung Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah gambaran umum perusahaan dan komponen – komponen laporan keuangan yang diperoleh dari neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan ekuitas tahun 2005 dan 2006.

H. Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.
2. Uji Asumsi Klasik
Untuk menguji kesalahan model regresi yang digunakan dalam penelitian, maka harus dilakukan pengujian asumsi klasik pada multikolinearitas, heterokedastisitas, autokorelasi serta normalitas data.
a. Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas terjadi apabila variabel dependent satu sama lain atau dengan kata lain variabel independent berkorelasi dengan variabel independent lain.
b. Uji Heterokedastisitas
Heterokedastisitas menunjukkan adanya perbedaan antara nilai aktual dengan nilai prediksi. Heterokedasitas terjadi jika sebaran data membentuk suatu pola tertentu dan tidak berada disekitar nol.
c. Uji Autokorelasi
Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Masalah ini timbul karena residual tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya.
d. Uji Normalitas data
Uji normalitas data dimaksudkan untuk menghindari terjadinya bias, dan data yang digunakan sebaiknya berdistribusi normal.


Analisis Koefisien Determinasi
Analisis koefisien determinasi merupakan analisis suatu nilai yang menggambarkan seberapa besar perubahan atau variasi dari variabel dependen bisa dijelaskan oleh perubahan atau variasi dari variabel independent. Semakin tinggi nilai koefisien determinasi akan semakin baik kemampuan variabel independent dalam menjelaskan perilaku variabel dependen.
Uji Hipotesis
a. Uji T Statistik
Untuk menguji keterkaitan antara variabel bebas secara parsial dengan variabel tergantung, maka digunakan uji t statistik. Jika probabilitas kesalahan thitung dari masing – masing variabel bebas lebih kecil daripada tingkat signifikan tertentu (5%), maka variabel bebas mempunyai hubungan yang signifikan. Langkah – langkahnya sebagai berikut :
1) Menentukan hipotesis
2) Menentukan nilai thitung dengan menggunakan tingkat signifikan 5%
3) Menentukan kriteria pengujian dan menentukan nilai thitung yang telah dibantu oleh software komputer
4) Bandingkan nilai thitung dengan ttabel
5) Buat kesimpulan

b. Uji F Statistik
Untuk menganalisis besarnya pengaruh likuiditas, aktivitas, leverage dan profitabilitas secara bersama – sama (simultan) terhadap kinerja perusahaan pada industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dilakukan uji F statistik.
Apabila probabilitas kesalahan Fhitung lebih kecil dari tingkat signifikasi tertentu (5%), maka model yang diuji adalah signifikan, sehingga dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan. Langkah – langkahnya sebagai berikut :
1) Menentukan hipotesis
2) Menentukan nilai Ftabel dengan tingkat signifikan 5%
3) Menentukan kriteria pengujian dan menetapkan nilai Fhitung yang telah dibantu oleh software komputer
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah persamaan regresi linear berganda pada cuplikan yang dipilih sesuai dengan data yang sesungguhnya. Pengujian dilakukan secara bersama – sama dari seluruh variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependen) dengan menjelaskan proporsi atau presentase variasi total variabel terikat yang dijelaskan oleh variabel bebas secara bersama.
c. Analisis Regresi linier berganda
Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan model sebagai berukut :

Y= a + b1x1 + b2x2 + b3x3 + b4x4 + b5x5 + b6x6 + b7x7 + b8x8 + e
Dimana :
Y = Perubahan laba tahun 2005 / 2006
a = Konstanta
x1 = Rasio Lancar
x2 = Rasio Cepat
x3 = Rasio Perputaran Aktiva
x4 = Rasio Perputaran Piutang
x5 = Rasio Hutang Terhadap Total Aktiva
x6 = Rasio Ekuitas Pemilik
x7 = Net Profit Margin
x8 = Return On Investment
e = Estimasi Standar Eror

by : skripsi roby, 2008

Tidak ada komentar: